“Iya bu terimakasih”, jawabnya.“Kok bapak tidak bertugas”, tanyaku. “Oh ya, bilang saja saya Randi. Bokeb “Iya bu”, jawab pembantuku. Aku bisikkan agar jangan tidak sopan padaku.Dia tunjukkan celana dalamnya yang telah terdorong mencuat karena tongkolnya yang ngaceng berat sambil telunjuknya menunjuk bibirnya agar aku diam. Jantungku berdebar tak karuan, aku berontak tapi dia tetap tidak melepaskan pelukannya.“cukup Randi, kamu jangan kurang ajar gini dong”, gerutuku masih dalam peluknya. “Ada pak, tapi bapak siapa ya?”, Tanya kembali pembantuku. Randi membalas tidak kalah jilatannya. “Maaf mbak bu Ida ada?”, tanya seorang tamu tadi. Tahu bahwa ada pembantuku di dapur dia berani mencoba melakukan macam ini padaku.




















