Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Bokep Montok Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Hati ini menjadi luruh. “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Dug! Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya.




















