“Sayangnya itu bukan pilihan, kamu tetap akan berakhir jadi makanan… hahaha… tapi kamu bisa memilih untuk pasrah rela dibunuh atau dengan paksaan… hahaha” ucapnya sambil melepaskan lakban di mulutku.Dia kemudian ingin beranjak pergi.“Kenapa??” tanyaku lirih.“Hmm??”“Kenapa aku?” tanyaku lagi. Aku bergidik ngeri melihat pisau segede itu. Bokep Kok bisa sampai orgasme!?Setelah di leher, pisau itu terus digesekkan turun seakan membelah perutku, lagi-lagi aku dibuat orgasme. Seperti saat ini, aku dibaringkan di lantai dengan kondisi telanjang bulat. Aku langsung kencing dibuatnya. Tapi tubuhku ditahan oleh pak Jun.“Mau kemana Mita cantik?” ucapnya.“Lepasin!!!” Aku dorong tubuhnya menjauh dariku lalu berlari meninggalkannya. Aku langsung merasakan perih seiring dengan darah segar yang mengalir dari telapak tanganku.“Ngh… pak… sshhhh… sakitt…..




















