“Mbak, jangan nyubit lagi Mbak, ampun Mbak..”, katau meminta belas kasihannya. Bokep China “Buat apa dipikir sekarang, kan masih besok?”, tanyanya lagi. Setelah memesan sarapan, Iswani mulai membuka percakapan, tapi karena pikiranku masih di pekerjaan maka aku hanya berbicara sedikit.“Kenapa sih Tok kamu kok banyak diam? Kubaca lagi rencana kerja yang telah selesai kucatat, lalu kurangkai hubungan setiap langkah rencana kerja dan kubuat skemanya. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. “Mana bisa aku menolak dibawah ancaman cubitannya Mbak”, jawabku bergurau. Kulihat Iswani masih tergeletak dalam keadaan tidur nyenyak di ranjangnya. Pura-pura tidak tahu gelagat para pria yang sedang menaksirnya, Iswani mengajakku duduk di meja paling pojok.




















