Dia menatap kepergianku sambil mengusap-usap bibirnya yang berdarah karena gigitanku. Bokep Ojol “Yang bercanda itu!” sahutnya sambil nyengir. Sudah tegang banget ini.” Sita menghentikan kulumannya. Aku sampai gelagapan dibuatnya, tapi aku juga tidak menolak bibirnya yang terus menyerang bibirku.Awalnya aku memang sedikit kikuk, namun beberapa saat kemudian, setelah beberapa detik berlalu, aku pun mulai membalas pagutan bibir bang Irul. ”Buka, Ma!” bisiknya. Jadi ini rahasianya selama ini…”Dan momennya sangat pas sekali.” tambah suamiku. “Hati-hati, Ma.” kucium pipinya kutunggu sampai mobilnya hilang di ujung gang.Di dalam kamar, aku menangis sesenggukan. Pintunya tidak kukunci kok.”Duaar!!! Dia lebih banyak menemani bosnya daripada istrinya sendiri.




















