Atau klo kamu menang,kmu aku traktir makan plus aku beliin pakaian yg kamu mau.”,jawabku. Bokep18 “Lho…tapi kan belum sampe bawah. hehehe…”,jawabnya. “Lha..ya klo soal itu ya,wajar lah. Orang jelas gitu. “Nggak percaya ? Nana masih menatap wajahku. Nana yang saat itu tengah berdiri disamping kasurnya hanya tersenyum malu. Tar aku buka,baru ya kebukti.”,tantangnya. “Ya…pasti aku byr koq. “Ahh…pasti iya. Tuh bulunya aja udh keliatan tuh.”,candaku. Iseng2,kucoba untuk memegang pinggulnya,dia diam saja. Karena Nana sudah mencapai orgasme duluan,dan krn takut kepergok,maka akupun segera akan mengeluarkan lahar panas ini. Disela2 aku mengamati,tiba2 Nana memulai obrolan yg sungguh tak pernah aku duga.




















