lalu,“Eh, di mana rumah kamu?”Dia tersenyum,“Kamu masih inget dengan pertanyaanmu setelah berkelahi barusan? Telapak tangan kananku mulai meraba dan meremas bahu dan terus ke belakang, pinggang, dan berhenti di antara dua kantong ssaya di belakang jins. Bokep Cina Enak katanya, sensasi pelukanku yang hangat, maklum kota ini lumayan dingin. kamu tinggal di mana ?,” tanya saya, orang yang tahu, dia lebih rajin punya catatan, kan bisa kupinjam.Dasar otak nakal dan pemalas. Gara-gara aku, kamu jadi kena masalah deh, ”Saat itu dia menyapa saya duluan.“Ah nggak kok, itu sih urusan kecil buatku”, sambil tersenyum kusapa balik.“Oh, yah kita belum berkenalan kemarin, nama kamu siapa?”, “Saya menanyakan sesuatu yang belum tahu namanya, padahal saya sudah tahu namanya dari senior-senior saya.“Ratih, kamu?”Duh mak,













