Daun pisang, satu-satunya saksi bisu diantara kami saat mengarungi malam terindah untukku, dan mungkin untuknya pula saat itu, entah saat ini dia masih mengenangnya atau tidak.Saat aku memandang daun pisang dalam genggamanku, tiba-tiba saja hawa dingin yang aku rasakan hilang. Pokoknya aku harus meraih impianku Qora, harus…haruss….haruss,” huh kebiasaan Sava kalau sudah begini, dengan semangatnya dia nyerocos tanpa henti.“Apa sih yang enggak buat permaisuriku yang cantiknya kelewatan ini,” aku mencubit pipinya gemas sangat gemas hingga dia meringis kesakitan dan menampakan wajah kesal kepadaku. Bokep Colmek Sigap aku langsung mengusap-ngusap bekas cubitanku.“Eh sayang, tapi aku nanti dikarantina, bisa pulangnya cuma sebulan sekali kalau gak salah.




















