Aku mengikuti setiap gerakan yang dibuatnya terhadap tubuhku lalu aku mempraktekkannya kepadanya. Bokep SMA “Ketemu di mana?”, tanyanya penasaran. Tanganku bergerilya di sekitar pinggangnya yang terbuka. “Kamu juga, Mas.., Santi juga enakk..”, agak malu-malu. Saya mencoba mencairkan suasana, dengan bertanya-tanya mengenai kesibukan pekerjaan hari itu.Selama aku bertanya kepadanya, ia hanya menjawab singkat dengan kata-kata iya dan tidak. yang sayu ditambah dengan rangsangan yang tengah dialaminya, menambah bola mata. Eksanti merintih dan mengeluarkan erangan-erangan kenikmatannya. “Aku juga pengin ketemu kamu, Santi!”, jawabku setuju-pura. Entah mengapa, ketika membocorkan mata Eksanti yang sayu itu, pikiranku jadi masa-masa indah yang pernah kami alami dulu.




















