Inang Pinay Na Pinunong-puno Ng Tamod

Aku tidak begitu yakin jika aku harus menurutinya atau menolaknya mentah-mentah. Siang itu aku menitipkan mobilku untuk regular maintenance. Bokeb Aku Kelvin. Tiba-tiba aku berada di alam sadar. Otakku saat itu tidak dapat berpikir dengan logis. Aku kan ke sini cuma buat nganterin kamu. Dia menyinggung banyak tempat-tempat kemana dia ingin membawaku, tetapi aku tersenyum saja, tidak memberi tanggapan positif. Matanya langsung menangkapku. Wajahku yang sejak tadi menikmati aksinya kini mulai terjaga. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti. Kelvin menjawab dengan nafas memburu, “Oh tidak…! “Khristi, boleh aku masuk? Kugunakan jari-jarinya sebagai pengedap suara yang kugigit-gigit sebagai pengganti jeritan yang keluar.

Inang Pinay Na Pinunong-puno Ng Tamod

Related videos