Aku melepaskan pagutanku, menarik jariku keluar dan bangkit berdiri. Bokep Tante Bahkan pengantinnya. Kami berpagutan, sesekali saling menggigit. Kupikir akulah si keledai dungu itu, yang mengaku sudah pernah bercinta, ternyata seperti anak kecil di atas tempat tidur. Kuangkat lenganku dan memajukan tubuhku, berusaha memeluk dan menciumnya. “Hey, jangan cemberut begitu. “Ahkk,” erangku. Ia terkekeh. “Hey, geli. Terus terang saja, ia membuatku tertarik. Sampai akhirnya aku merusak suasana dengan pertanyaanku.“Stop!” serunya, membuyarkan lamunanku. “Aku suka,” bisiknya sekali lagi. Yang ada hanyalah gambaran sebuah kebekuan. Lalu kudengar langkahnya mendekat. Genggamannya di batang kemaluanku terlepas. Kupejamkan mataku.




















