“Baiklah kalau menurut kamu begitu” jawab Ananda kemudian. Bokeb Kamu Din..!” ujarku spontan. Dengan sopan aku menganggukan kepala kepada mereka, sambil tersenyum ramah. “Aku juga selalu berhayal tentang dirimu” jelasnya lagi. “Aku nggak pernah membayangkan kalau aku bisa sedekat ini dengan dirimu” jelasku setelah bisa menguasai keadaan. “Sudah dong Diet.. Di dalam taxi aku terdiam sambil melamunkan kejadian yang barusan aku alami. “Oh.. Dengan keberanian di tengah keremangan, aku memeluk Ananda mendekat dan mengecup bibirnya yang ranum. Terima kasih atas kepercayaan yang Om berikan”jawabku kemudian. Setelah tiba waktu buat aku dan teman-teman untuk main di session kedua, dengan sopan aku berpamitan kepada kedua orangtuanya dan juga Ananda.




















