Untunglah meja itu cukup lebar untuk menampung seluruh badannya, walau kedua kakinya tetap bergelantungan, disangga oleh bahuku. Dengan posisi seperti ini, Santi bagai hewan kurban yang siap disembelih, di atas altar kenikmatan yang dipenuhi bahan-bahan masakan!Pelan-pelan aku menuntun kejantananku memasuki gerbang kewanitaannya. Bokep Mom Berdua kami tertawa terbahak-bahak mengenang kegilaan-keedanan yang baru saja kami lalui.Makan malam kali ini terpaksa ditunda. Tanpa banyak bicara, aku langsung menjilati saos tomat itu. Wow!Aku bagai berada di langit ke tujuh. Wow! Lalu aku mendengar Santi berkata, “Kita main-main dulu yaa.., Mas?”Belum lagi aku menjawab dan mengerti apa maksud ucapannya, Santi telah menuangkan saos tomat ke kewanitaannya.




















