Apalagi Bari itu Bari sabtu dimana biasanya penghuni komplek itu rata2 pergi berakhir pekan entah hanya ngobrol2 di pusat tongkrongan di pusat kota atau ketempat hiburan lain.Akhirnya seperti setiap kali mas Seno pergi selama beberapa Bari, saya hanya bisa berdiam diri di Apartement. Bokeb sehinga setiap ini terjadi mereka berdua tertawa keras..”sudah mulai menikmati ya …hahahah dasar pelacur murahan…” awalnya saya benar2 merasa terpukul mendengar itu tetapi saya kembali dilingkupi perasaan aneh…saya jadi lebih kencang bergoyang menyongsong kenikmatan ….. dia mencabut penjepit di buah dada sebelah kiri begitu tiba2 sehingga menyakitkan…. Setelah saya mengambil dari tempatnya biasa disimpan (kami biasanya hanya menonton sekali setelah itu disimpan begitu saja).




















