LUKAS!” jerit tanteku begitu membuka kamar pintuku. Namun saat aku akan naik ke tangga, aku melihat tanteku itu yang sedang melangsungkan_video call_dengan pamanku.“Eh, ada Lukas tuh. Bokep Asia Dia pandai mijit kok, iya kan, Sayang?”Tanteku hanya tersenyum mendengar pujian dari pamanku. Wanita itu menatap diriku ini dengan wajah yang sangat khawatir.“Maaf, Tan. Oh ya, Tante ke sini mau minjamflash diskkamu sebentar.”“Oh, ambil aja di laciku yang nomor dua,” ujarku sembari menunjuk jari jempolku ke belakang.“Ok, sip deh.”Aku berjalan meninggalkan tanteku yang sedang mengubek laciku. Kini aku akan mengobati kakiku dengan harapan kalau kakiku ini tidak akan bertambah parah ke depannya. Maka kulanjutkan santapanku ini hingga habis.Selesai mencuci piringku, aku langsung bergegas untuk kembali ke kamarku dan mengerjakan tugas yang diberikan




















