Ia pun berbisik dengan lemah, “Terusin sampai kamu keluar, mas…”Aku pun mencium kening Sinta lalu mendorong tubuhnya. Bokep Family “Eh, jangannn. Tuh liat gak?” Si pemilik warung menunjukan tangannya ke arah rumah yang letaknya tidak jauh dari warung tersebut.Aku pun mengangguk.“Makasih ya, Pak…” Jawabku.Ku datangi rumah tersebut. Tubuhnya begitu putih dan bersih. Aku tahu persis jalan tempat tinggalnya tersebut. Meski aku menemukan dompet tersebut dan berniat mengembalikannya, tetap saja aku khawatir terlihat seperti orang yang baru saja mencopet.Ku buka dompet tersebut, ku cari KTP tanpa memedulikan uang pecahan seratus ribuan cukup banyak yang ada di dalamnya.Begitu aku menemukan KTPnya, ku perhatikan dengan seksama wajah dan identitas si pemilik.




















