Aku turun dari ranjangku dan duduk di lantai dekat Oding. Ia pun kembali melingkarkan tangannya di bahuku. Bokep Brazzers “Baiklah, Bu….” Jawabnya sambil berdiri dan mematikan televisi. “Jangan, Pak. Ihhhh ngeri, pikirku. Aku pikir ini pertanyaan yang kurang ajar dari seorang pembantu kepada majikannya. Sebagai majikannya, aku anggap bisa saja namun lama-kelamaan aku merasa jengah juga. “Nggak,” kataku singkat. Beberapa waktu kemudian, kurebahkan kepalaku di bahunya yang bidang. Bulu kudukku agak merinding melihat matanya yang melotot memandang dadaku. Sekali sebulan aku pulang menemui kedua anakku.Di rumahku kini aku tinggal dengan dua orang pembantu. Di malam itu aku pasrahkan setiap rongga tubuhku yang putih mulus ini untuk dicumbui pembantuku yang sudah tua ini. Dengan sukarela, malam itu aku disenggamai oleh Oding.




















