Tanpa ragu Jarwo mengayunkan langkahnya menyeberangi lapangan terbuka itu. Bokeb Si gadis sedang membungkuk untuk mengambil pakaian yang dia tanggalkan kemudian melipat serta meletakkannya di atas tumpukan pakaian tadi. Akan tetapi selama ini keberaniannya selalu ciut karena merasa khawatir kalau-kalau apa yang ada di balik tembok tua itu benar-benar diluar kemampuan atau diluar dari segala yang ia bayangkan.Lama kelamaan Jarwo merasakan orang-orang di sekitarnya turut merasakan perasaan gugupnya itu. Tetapi kini dia telah sampai di akhir pengejaran itu. Kembali gadis tersebut memberikan isyarat yang sama lalu menaiki tangga tersebut menuju lantai dua. Dipandanginya darah selangkangan si gadis, lalu bagian perutnya, buah dadanya, sepasang pahanya hingga kakinya.




















