Tentu saja pembicaraan kami menjurus kepada hal-hal porno. Wulan berteriak sambil mempertahankan celananya agar tidak melorot. Bokep Tobrut Matanya indah seperti mata ibunya. Melihat itu aku jadi kasihan juga terhadap Wulan. Yang dia lakukan hanya menangis terisak-isak.Doni melepaskan telapak tangannya dari mulut Wulan karena dia merasa Wulan tidak akan berteriak lagi. Sampai detik ini, akhirnya aku tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi. Doni mengambil inisiatif. Karena Fadli dan Lia tidak keberatan ditinggal berdua, kami (Robby, Doni, aku dan Wulan) segera melanjutkan perjalanan.Ada beberapa hal yang perlu aku ceritakan kepada pembaca tentang dua orang teman wanita kami. Aku, Robby, dan Doni memilih mencari kayu bakar, sedangkan Fadli, Lia dan Wulan tetap tinggal di tenda.




















