Mulutnya yang mungil melahap seluruhnya lalu, menyedot-nyedot sedikit dan melepaskan kulumannya sejenak.“Hihihi enak ya ternyata, kenyel gitu kayak bakso,” wajah Sava memerah, dia menjulurkan lidahnya ke arahku.“Tapi jangan dimakan ya !”“Gak kok Qora cayang, hhhmmmm,” dalam hitungan detik Sava kembali melumat, lalu tangannya memberi kode agar aku gak hanya diam menikmati kulumannya. Senyumnya merekah, sesekali dia mengingat hari-hari menyedihkan yang dialaminya sebelum 13 hari lalu. Vidio Porno Pikiranku kacau, suasana berubah seketika.Saat di rumah sakit, Sava langsung dilarikan ke ruang UGD, aku menunggu dengan perasaan gusar di depan ruangan. Yeah, aku akan terus menerus mencoretkan kenangan ini di hatiku, gak perlu takut kehabisan tinta, karna air hujan yang dicampur dengan tanah dapat aku gunakan sebagai tinta tambahan.Semakin lama, gak ada




















