Ia mencoba untuk membangunkan Feby. Ia buru – buru kembali ke sofa dan berlagak serius di depan notebook.Beberapa saat kemudian, Lina dan Feby kembali ke sofa dimana Adrian berada.“Lho.. Bokep Hot lucu banget, Lin”. tapi sebelumnya saya mau bilang sesuatu yang penting”, kata Pak Amir. Oh Iya tolong bantu saya bawa barang yah.. enak banget!”.Feby semakin panik karena mulai sesak nafas, tangannya berusaha mendorong dan melepaskan sodokan k0ntol Adrian.“KENAPA?!?! Dan yang lebih membuatnya takut adalah, karena suara yg didengarnya itu bukan suara Adrian yg ia kenal.Saking ketakutan, Lina hanya bisa berdiri terpaku diam.Melihat Lina terdiam seperti itu. gue siap-siap dulu ya”.Feby berjalan ke kamarnya.Lina dan Adrian pun telah selesai makan.“Gimana nih, mau nungguin Feby atau gue duluan?”, ajak Lina. Adrian




















