Mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya di kantornya di bilangan Ruko Kopo.,,,,,,,,,,,,,, Apalagi aku harus sering lembur.Semakin aku sering ketemu dengan dia, aku jadi sayang dengan Vera, dan Vera juga begitu. Yang ternyata tidak! Bokep STW Susunya tidak terlalu besar, menurutku sih cukup proporsional. Kalau aku sih menganggap dia pacarku, tapi dia masih belum menganggapku pacarnya, takut sama orangtuanya. Kata teman-temanku cafe ini mahal karena “beli suasana”. Daripada ngobrol ngalor ngidul tidak karuan. “Yud, pakai ya! Aku duduk di sebelah kanan Vera. Singkatnya akhirnya aku tahu nama cewek itu. Sebagai level manager, aku bersyukur aku diberi fasilitas yang kupikir lebih dari cukup (soalnya dari dulu aku biasa diajarkan hidup sederhana, walaupun bapakku tidak begitu miskin). Asyik sekali, ini mungkin yang bikin




















