Kepalaku sudah berat. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Bokep Family Tapi entah mengapa hatiku (Sebagian temanku bilang aku tidak punya.. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Itu saja. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Sejenak aku linglung. Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Itu saja. “Anyway, apa artinya aku ini. Setengah jam kemudian aku telah lupa bahwa aku sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Felly. “Hanya sedikit over drive.”
“Elo sendirian?”
Kujawab dengan anggukan lemah. Aku merasa benar-benar mencintainya. Mobil itu penuh dengan manusia. segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku.




















