Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Bokep Indonesia Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Aku berteriak. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya.




















