termasuk pak Martin guru olah raga kami itu.Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. Bokeb Anisa merangkulku, “Dingin” katanya, aku peluk saja dia erat-erat. ” Jawabku. Veggy’nya, wah, goyangnya hebat sekali, akhirnya dia yang kalah duluan. Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Tiba-tiba dia memelukku lagi.“Dingin banget” katanya. Tiba-tiba dia memelukku lagi.“Dingin banget” katanya. Kami bergumul diatas semak-semak, kami melakukan hubungan badan ditengah gelap gulita itu. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman.




















