Sedangkan aku benar-benar
kebingungan dan tidak tahu mau
berbuat apa, aku benar-benar pingin
buka baju dan join dengan mereka
tapi ahh.., kacau sekali pikiranku
ketika itu. Bokep Ojol “Pelan-pelan yach..”
, bisik Yeyen
mesra. Mereka
menawariku rokok tapi aku tolak. Ternyata sepupu Mas Zani, “Mobilnya
mau dibawa papanya lho..”, katanya. “Sial!” gerutu Mas Zani. “Ahh.., Ahh..”, Yeyen mengerang dan
mendesah keras keenakan. Kami berputar-
putar di Tunjungan Plaza, makan di
sebuah restoran sea food sampai
kenyang lalu kembali lagi ke tempat
kos Yeyen. Mas Zani mulai melakukan persis apa
yang dia lakukan ke Yeyen
sebelumnya. “Sial!” gerutu Mas Zani. “Gilaa..”, pikirku, lama sekali mereka
begituan. Wah,
nekat juga ini anak, pikirku. Sesekali kudengar
“Slurrp.., slurrp..”, sepertinya Mas Zani
suka sekali menyedot kemaluan
Yeyen. Aku langsung berjalan
keluar kamar, sedangkan mereka
tidak menghiraukanku sama sekali,
benar-benar gila..!




















