“Nggak apa-apa Dik, Ibu hanya minta jangan dipetik kan masih belum masak nanti kalau sakit perut bagaimana” aku mencoba menghibur.Sedikit mereka berani mengangkat wajah. Bokep Montok sa.. itu acara TV bagus Bu Nita” Edo menambahkan. ya Bu Nita” Doni menjawab. han.. Tampak kedua lutut Doni tergetar. “Bu Nita curang..” Edo berkata. Aku semakin lupa. “Kalian lahir dari sini” aku melanjutkan. “Doni, Edo kalian boleh pulang dan jangan cerita kepada siapa-siapa tentang semua ini, kalian boleh minta lagi kapan saja asal waktu dan tempat memungkinkan” aku berkata kemudian mencium bibir kedua anak itu. Gairahku yang semakin meninggi sudah mengalahkan norma-norma yang ada, aku sudah kehilangan kendali bahwa yang ada di depanku adalah anak-anak polos yang masih bersih pikirannya.




















