Nih,” katanya sambil mengasongkan toketnya ke depan.“Diemut juga boleh Rom.” tambahnya.Aku yg sudah mabok alkohol, semakin pusing karena ditambah mabok kepayg akibat tantangan Mbak Ninok.“Boleh pok?” tanyaku lugu.“Dari dulu kan Mbak udah pengen buka “segel” Romi. Bokeb Entahlah, aku sendiri saat itu tdk tau persis, karena masih “ingusan”. Belahan daging yg kulihat ini sangat indah, berwarna merah, bulunya lebat sekali menambah keindahan. Dan aku mulai terpengaruh alkohol dalam anggur itu, namun aku pura-pura masih kuat, karena kulihat mbak Ninok belum terpengaruh. Aku tahu dia memang suka minum anggur, mungkin itu juga sebabnya tdk ada suami yg betah sama dia.“Si Amir mana pok?” tanyaku menanyakan anaknya.“Diajak ke Depok.” sahutnya pendek.“Mau minum nggak Rom?” dia nawarin anggurnya.Entah kenapa, aku tdk menolak.




















