Hai, perkenalkan.. Bokep Cina Dan di stand itulah saat itu aku tersadar sudah terpisah sendirian dari temen-temenku.. Meletakkan gelas di meja belajarnya lalu mengunci pintu dan berdiri bersandar di pintu sambil memandangiku. Bedanya hanya buku-buku kuliahannya sangat sedikit sedang di kamarnya Ci Sian kemanapun kita memandang isinya buku.. wajar dong kalo aku saat itu kagum berat..)“Iya, dong.. sama siapa?”Aku menggeleng pelan, “Nonton doang. Melemparnya ke tempat tidur. Kesampaian, ya..?” katanya dengan senyum menggoda..“Enak kan ‘maen’ sama Ciecie..?”Aku.. udah keliatan belon?”aku terkaget-kaget di tempat duduk menatap wajahnya yang tersenyum manis, “apanya, nih?”dia tersenyum lalu gerakan matanya menunjuk arah diantara kedua kakinya yang membuka sambil berkata pelan, “..celana dalemnya ciecie..”nah, kebayang kan gimana malunya dan merahnya mukaku saat itu ditembak langsung begitu..




















