Kesan yang timbul padaku, bahwa ia pun menyukaiku lebih dari sekedar PSK dan pelanggannya.Beberapa hari kemudian, pada suatu siang aku lewat Tanah Abang lagi. Nafas kami sama-sama sudah tidak beraturan. Bokep Thailand Siang-siang kok sudah pulang?” tanyaku. Keelluuaarr.. Beberapa detik kemudian kedua tangannya menekan kepalaku dengan kuat sehingga aku sedikit susah bernafas. “Nggak.. To. Dia dulu seorang PSK. Ia membaringkan badannya. Jangan.. Tingginya sekitar 155 cm dengan dadanya yang cukup besar.Akhirnya pertanyaan pokokpun terucap dari mulutnya.“Istirahat dulu, Mas?”Aku pura-pura bodoh dan tidak tahu arah pembicaraannya.“Istirahat di mana? Pada waktu mandi, kusabuni punggung dan payudaranya kemudian kusiram dengan air dan mulai kusedot putingnya. Emangnya apa bedanya?” tanyaku.Ia tersenyum saja.




















