Dan ibu itu balas menggesek. Mungkin tidak terdengar. Bokep Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus.Dia memandang ke bawah tubuhku. Dia terengah-engah. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku. Kami berpandangan sebentar. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga.Hidupku sungguh sempurna. Dapat.Jelas, ini sutra. Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari “adikku” yang mulai tegang lagi. 4 hari sebelum pernikahanku. Tangannya sejak dari tadi berhenti mengelus penisku. Belum lagi suara ibu-ibu di sebelahku ini, yang ya ampun, cerewetnya. Aku membuka tas dan mengambil sweater. Aku tidak mau menyakiti bukit indah itu. Sensasinya benar-benar luar biasa.




















