Jangan buru-buru seperti tadi.”“Iya Tante, janji”.Dan kamipun melakukannya lagi. Bokeb Kecantikannya jadi buah bibir para cowok lanang seantero kota. Meremas-remas payu daranya, menciumi leher, belakang telinga dan ketiaknya, menghisap dan menggigit sayang pentil susunya. Wajahku jelek dengan tulang rahang bersegi. “Tapi jangan buru-buru lagi ya?” katanya tersenyum dikulum. Tante Ratih yang lama tak kunjung hamil, ternyata hamil. Dan juga jangan sekali-kali bilang sama ibumu”.“Ah buat apa itu saya bilang-bilang? Tertahan celana dalam saja bisa menyebabkan aku merasa tidak enak bahkan kesakitan.Tante Ratih sudah masuk ke kamarnya dan aku baru menanggalkan baju sehingga hanya tinggal singlet dan meloloskan celana blujins dan celana dalamku menggantinya dengan sarung ketika hujan disertai angin kencang terdengar di luar. Lama kami berdiam diri.




















