Sebuah desiran hangat mengalir keras di dadaku, dan aku sungguh yakin Eksanti pun masih memiliki getar rasa yang sama denganku.Setelah agak lama kami terdiam, “Teman-teman kamarmu yang lain lagi pada kemana semua, Santi?”, dengan mata menatap sekeliling aku bertanya sekenaku, menanyakan keberadaan anak-anak kost yang lain. Aku membelai, meremasi pangkal lengannya yang terbuka. Bokep Cina “Kamu menyesal, Santi?”, ujarku sambil mencium pipinya. Aku memeluk tubuh Eksanti sehingga batang kejantananku menyentuh pusarnya. Aku duduk di atas kasur yang digelar di atas lantai. Aku memandang matanya, memandang bibirnya yang basah. Tadi pagi sih ditungguin, tapi Mas Yoga buru-buru berangkat Mas”, jawabnya sebelum aku bertanya.




















