pintaku padanya agar merapatkan kedua pahanya. Bokeb jawab Marlena polos.Aku kembali berdiri dan memeluk Marlena dari belakang, sementara celanaku sudah jatuh melorot ke lantai, sekalian saja kulepas. Ngapain malu Len..kan udah nggak ada orang.. aku menenangkannya. janjiku padanya. Aaaah..ooouwterus Len..enak banget..! pintaku padanya. Tuh kan.malu..masa nggak pake celana dalam sih..! Nih lihatcepetan mumpung nggak ada orang..! Aku boleh bilang sesuatu nggak Len..? tanyaku padanya. iya kak, sambil melepas sepatunya. iya kak, sambil melepas sepatunya. aku mulai merintih. tanyaku agak ragu padanya. sebentar lagi ya..! A..aku.. Tapi untunglah Marlena tidak kaget atas tingkahku itu, cuma sedikit rasa ingin tahu saja yang terlihat dari sikapnya itu.




















