Aku bangkit berdiri dan melangkah menghampiri. Meskipun usia Nyonya Wulandari sudah hampir berkepala empat, tapi memang dia merawat kecantikan dan tubuhnya dengan baik. Bokeb Tidak ada yang tahu kalau aku punya cukup banyak simpanan di bank. Tidurpun di mana saja. Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur.Dari pada jadi gelandangan, aku bekerja apa saja asalkan bisa mendapat uang untuk menyambung hidup. Bukan hanya jadi sopir, tapi juga sekaligus jadi pengawalnya. “Terima kasih, Bi”, ucapku. Terus terang, pada dasarnya memang aku tampan dan memiliki tubuhnya yang tegap, atletis dan berotot. “Punya ijazah apa?”. Tapi aku perlu yang bisa setir mobil. Kebetulan aku perlu pembantu laki-laki.




















