Dan berharap semoga senyum itu tetap tersungging jika berhadapan denganku.Lalu…mulailah kutempuh perjalanan baru bersama anak tiriku yang sudah lama punya “perhatian khusus” padaku itu. Pada waktu suamiku pulang, kuhidangkan kue-kue buatanku yang kusimpan di kulkas itu. Bokeb Jangan dipendam sendiri persoalannya.” “Iya Bunda. Pemain cadangan juga dapat sepeda. Jujur, aku mulai degdegan waktu membayangkan apa saja yang mungkin terjadi setelah Prima masuk ke dalam kamarku nanti. Di dalam kamar mandi kutanggalkan celana dalamku, satu-satunya benda yang sejak tadi tetap kubiarkan melekat di tubuhku. Yadi pun tidak mau mengganggu gugat segala harta benda yang telah diberbaginya padaku.Ia cuma menyarankan supaya kedua rumah kosku itu tidak dimunculkan terhadap Kang Eman, bahkan mobilku pun tidak usah dipamerkan terhadap suami baruku itu.










