Ling menyanggupi dan berjanji akan menjemput aku sepulang sekolah pukul 13.00Pukul sebelas Martin pulang ke rumah. Aku tidak mengenali wajahku sendiri di hadapan cermin. Bokep Indo Terbaru kamu merem terus dari tadi sampe nggak tahu kalo burungku udah menunggu-nunggu ditembakkan ke sasaran!” candanya.Aku kasihan padanya. Disamping rasa sakit, aku merasakan suatu kenikmatan yang lain. Tapi apa daya, di belahan dunia lain, Andre tidak akan bisa melihat keseriusanku. Dasar hidung belang!” pikirku jengkel.Aku duduk di ranjang menghadap pintu sambil menunggu dia masuk. Mereka sudah menyerah menghadapi aku yang hampir setiap hari pulang pagi. Hingga akhirnya aku tergeletak lemas di lantai kamar mandi.Setelah bosan menangis, aku segera beranjak dari kamar mandi dan mengenakan pakaian.




















