Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Dia menjual, bukan mengemis. Bokep Crot Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri.




















